Jumat, 05 November 2010

Motorik Halus

September 2010
Oleh: Robi Rizkianto

Pengertian Motorik Halus
Keterampilan motorik halus adalah keterampilan yang membutuhkan seorang anak untuk memanipulasi dan mendapatkan kontrol atas berbagai bahan dan alat. Hal ini juga sering untuk tujuan komunikasi yang mencakup fungsional dan ekspresif, misalnya menulis nama atau pesan, memanipulasi mouse komputer, dan membuat patung.. Komponen keterampilan motorik halus dapat dianggap:
• Memahami-misalnya menggunakan pensil, krayon, kuas, lem tongkat, pemukul, blok
• Memanipulasi - plastisin misalnya, tanah liat, unifix, centicubes, kertas, menjahit, gunting, fingerplays
• Tangan-mata koordinasi - menulis misalnya, memotong, threading, memindahkan kursor, dengan menggunakan lem
Pengalaman belajar terstruktur seperti bermain perkembangan dan pusat pembelajaran adalah kesempatan bagi pendidik untuk memberikan berbagai kegiatan yang akan membantu mengembangkan keterampilan motorik halus anak. Ini sering akan mencakup bahan-bahan seperti plastisin, pakaian pasak, menyortir, Lego, mainan konstruksi, botol dan tutup, kertas, pena, cat dan media lainnya, yang berbasis teknologi komputer (New South Wales 2010).

Perkembangan Motorik Halus
Perkembangan fisik pada masa anak-anak ditandai dengan berkembangnya keterampilan motorik, baik kasar maupun halus. Frankenburg dkk (1981) Motorik halus adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat, yaitu koordinasi mata tangan, memainkan-menggunakan benda-benda kecil, menggambar. Sekitar usia 3 tahun, anak sudah dapat berjalan dengan baik, dan sekitar usia 4 tahun anak hamper menguasai cara berjalan orang dewasa (Desmita 2008).
Gerakan motorik dalam kesehariannya, motorik halus dapat ditemukan saat anak melakukan kegiatan meletakkan atau memegang suatu objek dengan menggunakan jari tangannya, misalnya, menyusun puzzle, memegang gunting, memegang sendok saat makan, atau memegang pensil. Pada usia 4 tahun, koordinasi gerakan motorik halus anak sudah berkembang bahkan hampir sempurna (Lerin Chritine 2009). Perkembangan motorik masa anak-anak awal usia 3.4-4.5 tahun pada dimensi motorik halus menurut Roberton dan Halverson (1984) bahwa anak mampu mengancingkan baju, meniru bentuk sederhana, dan membuat gambar sederhana. Pada usia 5 hingga 6 tahun, koordinasi gerakan motorik halus berkembang pesat. Oleh karena itu, anak sudah mampu mengkoordinasikan gerakan visual motorik, seperti mengkoordinasikan gerakan mata dengan tangan, lengan, atau tubuh secara bersamaan. Hal ini dapat dilihat saat anak menulis atau menggambar (Lerin Chritine 2009).

Pengaruh Perkembangan Otak dan Susunan Syaraf Pusat terhadap Perkembangan
Motorik
Perkembangan otak manusia yang sangat pesat terjadi pada masa prenatal dan beberapa bulan setelah kelahiran pada masa sebelum kelahiran diperkirakan 250.000 sel-sel otak terbentuk setiap menit melalui proses pembelahan sel yang disebut mitosis. Setelah lahir sebagian besar sel-sel otak yang berjumlah 100 milyar terbentuk secara matang perkembangan yang dimulai dari atas yaitu kepala dan berlanjut secara teratur ke bagian bawah tubuh. Pada usia 4-5 tahun kepala anak hanya berukuran seperlima dari ukuran tubuhnya dan pada usia 6 tahun kepada anak memiliki ukuran sepertujuh dari ukuran kepalanya. Pada usia 6 tahun anak telah memiliki proporsi tubuh yang akan mewarnai proporsi tubuhnya di masa dewasa. Secara normal bertambah tinggi badan selama masa kanak-kanak hanya sebanyak 2,5 inchi setahun dan berat badan secara normal hanya bertambah 2,5-3,5 kilogram setahun.
Pada waktu anak dilahirkan hanya memiliki otak seberat 2,5% dari berat otak orang dewasaSyaraf-syaraf yang ada di pusat susunan syaraf belum berkembang dan berfungsi sesuai perkembangannya. Sejalan dengan perkembangan fisik dan usia anak, syaraf-syaraf yang berfungsi mengontrol gerakan motorik mengalami prosesneurogical maturation.Pada anak usia 5 tahun syaraf-syaraf yang berfungsi mengontrol gerakan motorik sudah mencapai kematangannya dan menstimuasi berbagai kegiata motorik yang dilakukan anak secara luas. Otot besar yang mengontrol gerakan motorik kasar seperti berjalan,berlari, melompat dan berlutut, berkembang lebih cepat apabila dibandingkan dengan otot halus yang mengontrol kegiatan motorik halus, diantaranya menggunakan jari-jari tangan untuk menyusun puzzle, memegang gunting atau memegang pensil. Pada waktu bersamaan persepsi visual motorik anak ikut berkembang dengan pesat, seperti mengisi gelas dengan air, menggambar, mewarnai dengan tidak keluar garis. Pada usia 5 tahun anak telah memiliki kemampuan motorik yang bersifat komplek yaitu kemampuan untuk mengkombinasikan gerakan motorik dengan seimbang, seperti berlari sambil melompat dan mengendarai sepeda.
Ketika anak mampu melakkan suatu gerakan motorik, maka akan termotivasi untuk bergerak kepada motorik yang lebih luas lagi. Aktivitas fisiologis meningkat dengan tajam. Anak seakan-akan tidak mau berhenti melakukan aktivitas fisik, baik yang melibatkan motorik kasar maupun motorik halus. Pada saat mencapai kematangan untuk terlibat secara aktif dalam aktivitas fisik yang ditandai dengan kesiapan dan motivasi yang tinggi dan seiring dengan hal tersebut, orang tua dan guru perlu memberikan berbagai kesempatan dan pengalaman yang dapat meningkatkan keterampilan motorik anak secara optimal. Peluang-peluang ini tidak saja berbentuk membiarkan anak melakukan kegiatan fisik akan tetapi peru di dukung dengan berbagai fasilitas yang berguna bagi pengembangan keterampilan motorik kasar dan motorik halus.


Daftar Pustaka
Desmita. 2008. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Lerin Chritine. 2009. 105 Permainan untuk Meningkatkan Kecerdasan dan Kreativitas Buah Hati.Jakarta: Trans Media Pustaka
(Anonim). 2010. http://k6.boardofstudies.nsw.edu.au/linkages/ContentLinks/links_fmskills.html
(Anonim). 2010. http://pembelajaranguru.wordpress.com/2008/05/25/perkembangan-motorik-kasar-dan-perkembangan-motorik-halus/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar